HARI SANTRI NASIONAL: RESTORASI MADRASAH SEBAGAI RESOLUSI PERADABAN
Diterbitkan : Rabu, 21 Okt 2026 0 KomentarOleh :Dr. Lukman Tamhir, S.Ag, M.Pd (Kepala MAN 2 Kota Tidore Kepulauan)
Hari Santri Nasional yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober merupakan momentum sakral untuk merefleksikan kembali heroisme kaum santri dalam sejarah perjuangan bangsa. Resolusi Jihad yang dicetuskan oleh Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari pada tahun 1945 telah membuktikan bahwa nasionalisme dan religiusitas adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Di era modern, di tengah gerbang menuju Indonesia Emas, esensi perjuangan itu bertransformasi melalui tema besar: “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Dalam konstelasi pembangunan sumber daya manusia (SDM) masa depan, madrasah hadir dan memantapkan posisinya sebagai episentrum peradaban. Madrasah bukan lagi sekadar lembaga alternatif, melainkan pusat pertumbuhan intelektual, spiritual, dan teknologi yang siap melahirkan generasi penggerak kemajuan bangsa.
Dalam konteks inilah, restorasi madrasah hadir sebagai sebuah resolusi peradaban sebuah gerakan menyeluruh untuk mengembalikan, memperbarui, dan mengoptimalkan peran madrasah sebagai pusat lahirnya manusia-manusia unggul yang memadukan spiritualitas profetik dengan kecerdasan kosmopolitan.
Langkah awal dari resolusi peradaban ini adalah merestorasi cara pandang terhadap kurikulum madrasah. Tradisi intelektual Islam klasik yang bersumber dari kitab kuning tidak boleh lagi dipisahkan dari sains modern dan teknologi. Madrasah hari ini berhasil meruntuhkan sekat dikotomi tersebut.
Melalui penguasaan teknologi digital, kecerdasan buatan (AI), dan sains murni, madrasah membuktikan bahwa riset mutakhir dan ketakwaan bisa berjalan beriringan. Restorasi ini memastikan bahwa santri modern tidak gagap teknologi, melainkan menjadi aktor utama yang mengendalikan arah kemajuan peradaban dengan panduan etika moral yang bersumber dari agama. Peradaban yang maju tanpa pijakan moral yang kuat hanya akan berujung pada kehancuran sosial. Ketika ruang siber hari ini dipenuhi oleh ancaman judi online, hoaks, ujaran kebencian, dan degradasi adab, madrasah mengambil peran sebagai benteng pertahanan moral bangsa.
Restorasi madrasah menekankan kembali penguatan akhlakul karimah dan budaya tata krama digital (digital ethics). Santri dididik untuk memiliki literasi digital yang tinggi sekaligus menyaring informasi dengan prinsip tabayun. Resolusi moral ini memastikan bahwa generasi masa depan Indonesia adalah generasi yang cerdas secara intelektual namun tetap tunduk pada tuntunan syariat dan nilai-nilai luhur kemanusiaan.
Sebagai pilar resolusi peradaban, madrasah memegang peran krusial sebagai laboratorium toleransi. Semangat hubbul wathan minal iman (cinta tanah air sebagian dari iman) yang diwariskan oleh para ulama terdahulu direstorasi menjadi manifestasi konseptual yang relevan bagi Gen Z dan milenial.
Dari dalam ruang-ruang kelas madrasah, nilai-nilai tawasuth (moderat), tawazun (seimbang), dan tasamuh (toleran) disuarakan secara lantang. Hal ini menjadikan santri madrasah sebagai garda terdepan dalam merawat tenun kebangsaan, menangkal paham ekstremisme, serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di tengah keberagaman.
Resolusi peradaban tidak akan lengkap tanpa adanya kemandirian ekonomi. Melalui program penataan mutu dan kewirausahaan, madrasah kini fokus melahirkan para santripreneur. Lulusan madrasah dibekali dengan kemampuan manajerial, pemahaman ekosistem ekonomi syariah digital, dan daya saing global.
Kombinasi antara mentalitas tangguh, kedisiplinan khas kehidupan pesantren, serta penguasaan keterampilan abad ke-21 seperti; bahasa asing dan data science mempersiapkan alumni madrasah untuk menjadi pemimpin sektor strategis di kancah nasional maupun internasional.
Menjadikan Hari Santri Nasional sebagai momentum restorasi madrasah adalah sebuah langkah nyata menuju resolusi peradaban. Madrasah kini bukan lagi institusi pendidikan kelas dua, melainkan lokomotif utama pencetak SDM unggul. Melalui madrasah yang adaptif, inovatif, dan kokoh secara spiritual, kita sedang menyiapkan generasi santri yang siap memimpin peradaban dunia, membawa Indonesia menuju masa depan yang adil, makmur, dan bermartabat. Selamat Hari Santri Nasional 2026: “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”

Jelang Pelaksanaan TKA, 130 Siswa MAN 2 Tikep Jalani Gladi Bersih untuk Uji Kesiapan
Diterbitkan : Selasa, 6 Okt 2026 0 KomentarTidore,HumasMandu – Sebanyak 130 siswa MAN 2 Kota Tidore Kepulauan mengikuti kegiatan Gladi Bersih Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang dilaksanakan dalam dua gelombang. Pembagian pelaksanaan menjadi dua gelombang dilakukan untuk memastikan kegiatan berjalan tertib, efektif, dan sesuai dengan kapasitas pelaksanaan yang tersedia di madrasah.
Gelombang pertama dilaksanakan pada 5–8 Oktober dan diikuti oleh 70 siswa. Pada setiap hari pelaksanaan, peserta dibagi ke dalam tiga sesi untuk mengikuti rangkaian gladi bersih TKA. Sesi pertama diikuti oleh 20 siswa, sesi kedua sebanyak 25 siswa, sedangkan sesi ketiga juga diikuti oleh 25 siswa.
Sementara itu, gelombang kedua dijadwalkan berlangsung pada 12–15 Oktober dengan jumlah peserta sebanyak 60 siswa. Sama seperti gelombang pertama, pelaksanaan pada gelombang kedua juga dibagi menjadi tiga sesi setiap harinya. Sesi pertama diikuti oleh 25 siswa, sesi kedua sebanyak 10 siswa, dan sesi ketiga sebanyak 25 siswa.
Pembagian peserta ke dalam beberapa sesi tersebut merupakan bagian dari upaya madrasah dalam mengatur pelaksanaan gladi bersih agar berlangsung secara teratur dan memberikan kesempatan kepada seluruh siswa untuk mengikuti simulasi TKA dengan baik. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan semakin memahami mekanisme pelaksanaan TKA, mulai dari proses masuk ke ruang ujian, penggunaan perangkat, hingga mengikuti setiap tahapan tes sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
Kepala MAN 2 Kota Tidore Kepulauan bapak Dr.Lukman Tamhir, S.Ag.M.Pd., menyampaikan bahwa gladi bersih TKA menjadi bagian penting dalam mempersiapkan siswa, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga dalam membangun kesiapan mental dan membiasakan siswa dengan mekanisme pelaksanaan tes.
“Gladi bersih ini sangat penting untuk memastikan siswa benar-benar siap menghadapi TKA. Kami ingin para siswa tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga memahami teknis pelaksanaan, mampu menggunakan perangkat dengan baik, serta memiliki kepercayaan diri ketika mengikuti tes yang sesungguhnya,” ujar Kepala MAN 2 Tikep.
Menurutnya, seluruh unsur madrasah perlu berperan aktif dalam mendukung kesiapan siswa. Oleh karena itu, koordinasi antara pimpinan madrasah, guru, tenaga kependidikan, panitia, dan peserta terus dilakukan agar seluruh tahapan persiapan dapat berjalan dengan baik.
“Kami berharap seluruh siswa mengikuti gladi bersih ini dengan serius dan menjadikannya sebagai kesempatan untuk mengevaluasi kesiapan masing-masing. Persiapkan diri dengan sungguh-sungguh, tetap percaya diri, disiplin, dan berikan kemampuan terbaik,” tambahnya.
MAN 2 Tikep optimistis seluruh peserta mampu memberikan hasil terbaik. Sebab, keberhasilan tidak hadir secara tiba-tiba, melainkan lahir dari kesiapan, kerja keras, dan keberanian untuk terus berusaha.(ft)*





Upacara Senin MAN 2 Tikep: Dari Juara PBB, Berjuang di OMI, Serius Hadapi TKA
Diterbitkan : Senin, 5 Okt 2026 0 KomentarTidore, HumasMandu— Lapangan MAN 2 Tidore Kepulauan kembali menjadi saksi semangat dan prestasi siswa-siswi madrasah dalam upacara bendera, Senin 5 Oktober 2026. Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala Madrasah Dr. Lukman Tamhir, S.Ag., M.Pd., sementara seluruh rangkaian upacara dilaksanakan oleh kelas XI-C.
Upacara kali ini terasa berbeda. Bukan hanya menjadi rutinitas awal pekan, tetapi menjadi momentum untuk menanamkan nilai perjuangan, memberikan apresiasi atas prestasi, sekaligus membakar semangat warga madrasah untuk kembali menorehkan prestasi.
HUT TNI Meneladani Semangat Disiplin dan Pengabdian
Dalam amanatnya, Kepala Madrasah mengulas momentum HUT ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang diperingati setiap 5 Oktober. Semangat TNI dalam menjaga disiplin, mengabdi kepada bangsa dan negara, serta menjunjung tinggi tanggung jawab diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh siswa MAN 2 Tikep.Nilai-nilai tersebut, menurutnya, tidak hanya dibutuhkan oleh seorang prajurit, tetapi juga oleh generasi muda dalam menuntut ilmu dan meraih cita-cita.
Semangat HUT TNI semakin terasa ketika madrasah memberikan apresiasi kepada para siswa yang berhasil mengharumkan nama MAN 2 Tikep dalam Lomba Peraturan Baris-Berbaris (PBB) tingkat MA/SMA/SMK dalam rangka HUT TNI.
Hasilnya membanggakan. Regu PBB putra MAN 2 Tikep berhasil meraih Juara I, sedangkan regu PBB putri meraih Juara II.
Prestasi tersebut bukan sekadar angka di atas kertas. Di baliknya terdapat latihan, kekompakan, disiplin, keberanian, dan kerja keras yang dilakukan para peserta.
Sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan tersebut, dalam upacara Senin dilakukan penyerahan piagam penghargaan kepada para juara PBB. Penyerahan piagam ini menjadi momen membanggakan sekaligus motivasi bagi siswa lainnya agar berani berprestasi di berbagai bidang.
Tidak berhenti pada prestasi PBB, MAN 2 Tikep kembali mengirimkan putra-putri terbaiknya dalam Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Provinsi Maluku Utara yang berlangsung pada 5–6 Oktober 2026.
Sebanyak lima peserta akan berjuang membawa nama MAN 2 Tikep pada bidang Matematika, Ekonomi, dan Geografi.
Kepala Madrasah memberikan dorongan kepada seluruh peserta agar tampil maksimal, percaya diri, dan tidak takut bersaing dengan peserta terbaik dari madrasah lainnya.
Harapannya MAN 2 Tikep mampu meraih hasil terbaik di tingkat Provinsi Maluku Utara dan berhasil mengamankan satu tiket menuju tingkat nasional.
Dalam amanatnya, Kepala Madrasah juga mengingatkan seluruh siswa mengenai pentingnya persiapan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Upacara Senin kali ini menjadi gambaran bahwa MAN 2 Tikep tidak hanya berbicara tentang kegiatan belajar di dalam kelas. Dari lapangan upacara, terpancar semangat untuk disiplin, berprestasi, menjaga kebersihan, berkompetisi, dan berani membawa nama madrasah ke tingkat yang lebih tinggi.
Dengan semangat HUT TNI, prestasi Juara I PBB putra dan Juara II PBB putri, perjuangan lima peserta OMI tingkat Provinsi, persiapan serius menghadapi TKA, serta predikat sekolah/madrasah terbersih se-Maluku Utara, MAN 2 Tikep kembali menunjukkan bahwa prestasi lahir dari disiplin, kerja keras, kekompakan, dan semangat pantang menyerah.
Hari Senin bukan sekadar awal pekan. Di MAN 2 Tikep, Senin menjadi momentum untuk menyalakan kembali semangat: hari ini berprestasi, esok harus lebih tinggi!. (MA)






Jumat Berbagi MAN 2 Tikep, Kebahagiaan Besar untuk Keluarga Siswa
Diterbitkan : Jumat, 2 Okt 2026 0 Komentar
TIDORE,HumasMandu — Kepedulian dan semangat berbagi kembali diwujudkan oleh keluarga besar MAN 2 Tikep melalui program Jumat Berbagi, Jumat (2/10/2026). Kali ini, bantuan berupa paket sembako disalurkan kepada dua siswa yang berasal dari wilayah berbeda, yakni Agus Saleh, siswa kelas XA asal Kelurahan Rum Balibunga, dan Afwan Ishak, siswa kelas XIB asal Kelurahan Bobo.
Paket sembako tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan dan didampingi oleh beberapa guru MAN 2 Tikep. Kunjungan dilakukan secara langsung ke kediaman keluarga siswa sebagai bentuk kepedulian sekaligus upaya mempererat hubungan antara madrasah dengan orang tua dan keluarga siswa.
Kehadiran tim madrasah disambut hangat oleh keluarga penerima. Rasa bahagia dan haru tampak menyelimuti suasana saat bantuan diserahkan. Bagi keluarga siswa, bantuan tersebut bukan sekadar paket sembako, tetapi juga menjadi tanda bahwa mereka mendapat perhatian dan dukungan dari keluarga besar madrasah.
Salah satu wali siswa yang ditemui oleh tim Humas MAN 2 Tikep mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan madrasah.
“Kami sangat senang dan merasa terharu atas perhatian dari MAN 2 Tikep. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami. Terima kasih karena madrasah tidak hanya memperhatikan pendidikan anak-anak kami, tetapi juga menunjukkan kepedulian kepada keluarga. Semoga program seperti ini terus berjalan dan menjadi keberkahan bagi semua yang terlibat.”ujarnya haru.
Program Jumat Berbagi menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian sosial keluarga besar MAN 2 Tikep. Lebih dari sekadar memberikan bantuan, kegiatan ini menjadi sarana untuk menumbuhkan nilai empati, kepedulian, dan semangat berbagi di lingkungan madrasah.
Kepala MAN 2 Tikep, Dr. Lukman Tamhir, S.Ag., M.Pd., dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya membangun budaya kepedulian di lingkungan madrasah. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berbicara tentang pengetahuan dan prestasi, tetapi juga tentang bagaimana peserta didik tumbuh menjadi pribadi yang memiliki kepedulian terhadap sesama.
Melalui Jumat Berbagi, MAN 2 Tikep berupaya menghadirkan semangat “berbagi untuk menguatkan, peduli untuk membahagiakan.” Setiap paket yang disalurkan diharapkan dapat menjadi penyambung kasih antara madrasah, siswa, dan keluarga.
Bagi keluarga penerima, mungkin bantuan tersebut terlihat sederhana. Namun, kehadiran dan perhatian yang menyertainya menghadirkan makna yang jauh lebih besar. sebuah pesan bahwa mereka tidak sendiri dan selalu ada keluarga besar madrasah yang peduli.(ft)*


Jaga Istiqomah, Auda Insani Sampaikan Pesan Keteguhan Iman dalam Khotbah Jumat di Masjid Al-Awabin
Diterbitkan : Jumat, 2 Okt 2026 0 Komentar
TIDORE,HumasMandu — Pesan tentang pentingnya menjaga keistiqamahan dalam menjalankan kebaikan disampaikan dalam pelaksanaan Salat Jumat di Masjid Al-Awabin, Kelurahan Rum Balibunga,wilayah Tidore Utara. Jumat (2/10/2026).
Pada kesempatan tersebut, Auda Insani Ramli, salah satu siswa MAN 2 Tikep, dipercaya sebagai khatib dengan mengangkat tema “Istiqomah”. Dalam khotbahnya, Auda mengajak jamaah untuk senantiasa mempertahankan konsistensi dalam beribadah dan melakukan kebaikan, meskipun menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan.
Menurutnya, istiqomah bukan hanya tentang melakukan kebaikan sesekali, tetapi bagaimana seseorang mampu terus menjaga amal dan ketaatan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam pelaksanaan khotbah tersebut, Auda Insani Ramli didampingi oleh Bapak Amri Barakati, S.Pd.I. Pendampingan ini menjadi bagian dari upaya memberikan ruang kepada siswa untuk mengembangkan keberanian, kemampuan berbicara di depan publik, sekaligus mengamalkan ilmu agama di tengah masyarakat.
Kepala MAN 2 Tikep, Dr. Lukman Tamhir, S.Ag., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan kepada siswa untuk mengambil peran dalam kegiatan keagamaan di masyarakat.
“Kami mengapresiasi dan mendukung setiap kesempatan yang dapat membentuk keberanian, tanggung jawab, serta kemampuan siswa dalam mengamalkan ilmu yang diperoleh di madrasah. Menjadi khatib bukan hanya tentang kemampuan berbicara, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter dan keteladanan.”
Ia menambahkan bahwa madrasah tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga berkomitmen membentuk peserta didik yang memiliki iman, akhlak, adab, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wujud nyata sinergi antara MAN 2 Tikep dan masyarakat, khususnya dalam memberikan ruang kepada generasi muda untuk berkontribusi dalam kegiatan keagamaan.
Tema Istiqomah, pesan yang disampaikan Auda diharapkan tidak berhenti di mimbar Jumat, tetapi dapat menjadi pengingat bagi seluruh jamaah, khususnya generasi muda, untuk terus menjaga konsistensi dalam beribadah, belajar, berbuat baik, dan memberikan manfaat bagi sesama.(ft)*



Madrasah Sebagai Reaktualisasi Kesaktian Pancasila: Kajian Sinergitas Nilai Teologis dan Nasionalisme
Diterbitkan : Rabu, 30 Sep 2026 0 Komentaroleh :Dr. Lukman Tamhir, S.Ag, M.Pd (Kepala MAN 2 Kota Tidore Kepulauan)
Secara historis, “Kesaktian” Pancasila merupakan sebuah pemaknaan sosiologis-politik atas keberhasilan bertahannya dasar negara Indonesia dari ancaman disintegrasi pasca-peristiwa Gerakan 30 September (G30S) pada tahun 1965. Pemaknaan filosofis dari kesaktian ini tidak merujuk pada kekuatan metafisik, melainkan pada ketahanan (resilience) substansial Pancasila sebagai ideologi terbuka yang bersumber dari kristalisasi sosiokultural masyarakat nusantara.

Dalam konteks kontemporer, diskursus mengenai pertahanan Pancasila telah mengalami pergeseran paradigma. Ancaman tidak lagi dominan berbentuk gerakan separatisme militeristik, melainkan infiltrasi gagasan radikalisme, ekstremisme keagamaan, serta polarisasi sosial berbasis digital. Menghadapi dinamika ini, institusi pendidikan memegang peranan krusial sebagai agen sosialisasi politik dan ideologi.
Madrasah, sebagai bagian integral dari sistem pendidikan nasional yang mengusung distingsi keagamaan (Islam), berada pada posisi strategis. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana madrasah bertransformasi menjadi episentrum—yakni titik pusat gelombang dan kekuatan—dalam mereaktualisasikan Kesaktian Pancasila guna membentengi generasi muda dari distorsi ideologis.
Secara epistemologis, konsepsi Kesaktian Pancasila dalam ruang lingkup madrasah bertumpu pada keselarasan antara teks keagamaan (teologi Islam) dan konsensus kebangsaan (Pancasila). Paradigma ini memutus dikotomi klasik sekuler yang sering kali mempertentangkan antara loyalitas terhadap agama (iman) dan loyalitas terhadap negara (patriotisme).

Madrasah mengadopsi prinsip sosiologis hubbul wathan minal iman (cinta tanah air adalah bagian dari iman). Landasan ini memberikan justifikasi teologis bahwa mengamalkan nilai-nilai Pancasila—terutama Sila Pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa—merupakan refleksi dari ketauhidan yang diwujudkan dalam ruang publik. Sila pertama dipandang sebagai payung teologis yang menjamin kemerdekaan beragama sekaligus menuntut tanggung jawab moral etis setiap warga negara dalam bingkai keadaban publik. Sebagai episentrum, madrasah memegang kendali atas diseminasi pemikiran Islam yang moderat (Wasathiyah). Pemikiran ini menjadi antitesis dari gerakan radikalisme keagamaan yang berpotensi mendelegitimasi Pancasila. Implementasi moderasi beragama di madrasah didasarkan pada empat pilar utama yang beririsan langsung dengan dimensi Pancasila: 1) Komitmen Kebangsaan: Penerimaan utuh terhadap Pancasila dan UUD 1945 sebagai konsensus final (Darul Ahdi wa Syahadah), yang linier dengan manifestasi Sila Ketiga (Persatuan Indonesia). 2) Toleransi (Tasamuh): Pengakuan terhadap pluralitas sebagai sunnatullah, mencegah terjadinya konflik horizontal antarkelompok agama yang selaras dengan esensi Sila Kedua (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab). 3) Anti-Kekerasan: Penolakan terhadap segala bentuk pemaksaan kehendak, yang merefleksikan nilai Sila Keempat melalui pendekatan musyawarah. 4) Akomodatif terhadap Budaya Lokal: Melestarikan kearifan lokal yang bernilai positif tanpa menafikan syariat, sejalan dengan basis pembentukan Pancasila yang digali dari kebudayaan asli nusantara. ari Kesaktian Pancasila memperoleh relevansi barunya ketika nilai-nilai dasarnya mampu merespons tantangan zaman. Madrasah terbukti menempati posisi sentral sebagai episentrum pertahanan ideologi nasional. Kekuatan institusional madrasah terletak pada kemampuannya mengonstruksi nalar keagamaan yang moderat, inklusif, dan adaptif terhadap nilai kebangsaan. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai luhur Pancasila ke dalam tata kelola teologis dan kurikulum Berbasis Cinta (KBC), madrasah berhasil mencetak generasi yang memiliki kedalaman spiritualitas sekaligus loyalitas total terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menjaga madrasah tetap pada khitah moderatnya adalah manifestasi nyata dalam mempertahankan Kesaktian Pancasila di masa depan. Selamat Hari Kesaktian Pancasila “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”.

Langkah Tegap, Semangat Membara! MAN 2 Tikep Gemilang di Lomba PBB HUT ke-81 TNI
Diterbitkan : Selasa, 29 Sep 2026 0 KomentarTidore, HumasMandu — Semangat, disiplin, dan rasa percaya diri ditunjukkan siswa-siswi MAN 2 Tidore Kepulauan dalam ajang Lomba Peraturan Baris-Berbaris (PBB) tingkat MA/SMA/SMK yang digelar di Kodim 1505/Tidore, Senin–Rabu, 28–30 September 2026.
Kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI). Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai kedisiplinan, jiwa kepemimpinan, rasa cinta tanah air, serta mempererat hubungan dan silaturahmi antara TNI dengan dunia pendidikan.
Dalam kesempatan tersebut, MAN 2 Tikep turut ambil bagian dengan mengirimkan dua regu terbaik, yakni regu putera dan regu puteri. Keduanya tampil pada Selasa, 29 September 2026, dengan membawa semangat dan tekad untuk memberikan penampilan terbaik bagi madrasah.
Sejak memasuki arena perlombaan, kedua regu MAN 2 Tikep tampil penuh percaya diri. Langkah demi langkah dilakukan dengan penuh konsentrasi, kekompakan, dan disiplin. Gerakan yang dilakukan secara serentak menunjukkan kesiapan para peserta dalam menghadapi perlombaan.
Penampilan kedua regu pun berhasil menarik perhatian dan mendapatkan apresiasi dari para penonton. Dukungan tersebut semakin menambah semangat para siswa untuk menyelesaikan setiap rangkaian gerakan hingga akhir.
Alhamdulillah, seluruh rangkaian penampilan PBB dari regu putera dan regu puteri MAN 2 Tikep dapat dilaksanakan dengan baik, tertib, dan lancar hingga selesai. Lebih dari sekadar mengejar hasil perlombaan, keberanian tampil dan pengalaman yang diperoleh menjadi bagian penting dalam membentuk karakter siswa yang disiplin, bertanggung jawab, dan mampu bekerja sama.
Kepala MAN 2 Tikep, Dr. Lukman Tamhir, S.Ag., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh peserta yang telah berjuang dan memberikan penampilan maksimal.
Beliau berharap kerja keras, latihan, serta semangat yang telah ditunjukkan para siswa dapat membuahkan hasil terbaik dan menjadi pengalaman berharga bagi mereka ke depannya.
“Apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh anak-anak yang telah memberikan penampilan maksimal. Semoga perjuangan dan kerja keras yang telah dilakukan mendapatkan hasil yang terbaik,” ungkapnya.
Keikutsertaan MAN 2 Tikep dalam lomba PBB ini menjadi momentum penting untuk menumbuhkan karakter positif dalam diri peserta didik. Disiplin dalam langkah, kompak dalam gerakan, berani dalam penampilan, dan cinta tanah air dalam jiwa menjadi nilai yang diharapkan terus tumbuh dalam diri generasi muda madrasah.
Dengan penuh semangat, MAN 2 Tikep terus menunjukkan bahwa madrasah tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan keagamaan, tetapi juga mampu berprestasi dalam kegiatan yang membentuk karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, dan nasionalisme generasi muda.(ma)*



Bukan Sekadar Upacara, Ini Pesan Penting Pembina Upacara MAN 2 Kota Tikep
Diterbitkan : Minggu, 20 Sep 2026 0 KomentarTidore,HumasMANDU — MAN 2 Kota Tidore Kepulauan kembali melaksanakan upacara bendera rutin pada Senin pagi, 21 September 2026. Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan tertib di halaman madrasah serta diikuti oleh seluruh peserta didik, dewan guru, dan tenaga kependidikan.
Pada upacara kali ini, Bapak Rusli Sin, S.Pd., M.Pd . bertindak sebagai pembina upacara. Sementara itu, pelaksanaan upacara dipercayakan kepada peserta didik kelas XI-B sebagai petugas upacara. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan mendapat apresiasi dari pembina upacara.
Dalam amanatnya, Bapak Rusli Sin menekankan pentingnya persiapan peserta didik kelas XII dalam menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA). Beliau mengingatkan agar para siswa mulai mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh, meningkatkan intensitas belajar, serta memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Persiapan yang dilakukan sejak dini diharapkan dapat memberikan hasil yang maksimal dan meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam menghadapi ujian.
Selain membahas persiapan TKA, pembina upacara juga memberikan apresiasi kepada kelas XI-B atas tanggung jawab dan kerja sama dalam menjalankan tugas sebagai petugas upacara. Hal tersebut menjadi bentuk penghargaan sekaligus motivasi bagi peserta didik agar terus berani mengambil tanggung jawab dalam berbagai kegiatan madrasah.
Pesan lainnya yang tidak kalah penting adalah mengenai kedisiplinan. Peserta didik diingatkan bahwa disiplin bukan hanya tentang menaati aturan, tetapi juga berkaitan dengan kemampuan mengatur waktu, menghargai orang lain, melaksanakan tanggung jawab, dan membangun kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui upacara bendera ini, MAN 2 Kota Tidore Kepulauan terus mendorong peserta didik untuk menjadi pribadi yang bertanggung jawab, disiplin, dan memiliki kesiapan akademik yang baik. Sebagaimana pesan yang disampaikan dalam amanat upacara, “Disiplin bukan mengekang kebebasan.”(ma)*




