
Tidore,HumasManDu — Upaya membangun budaya literasi di lingkungan madrasah tidak hanya dilakukan melalui program dan kegiatan membaca semata. Di MAN 2 Kota Tidore Kepulauan, semangat tersebut juga diwujudkan melalui lahirnya sebuah karya ilmiah yang kini siap menjadi sumber inspirasi dan pembelajaran bagi guru maupun siswa.
Buku berjudul “GALATAMA: Model Inovasi Literasi Madrasah Berbasis Kebijakan dan Praktik Empiris di Maluku Utara” resmi tercatat sebagai karya yang dilindungi hak cipta oleh Kementerian Hukum Republik Indonesia. Salah satu penulis buku tersebut adalah Kepala MAN 2 Kota Tidore Kepulauan, Dr. Lukman Tamhir, S.Ag., M.Pd., bersama sejumlah akademisi dan praktisi pendidikan di Maluku Utara.
Bagi Dr. Lukman Tamhir, hadirnya buku GALATAMA bukan sekadar pencapaian akademik. Lebih dari itu, buku tersebut merupakan bentuk kontribusi nyata dalam memperkuat gerakan literasi di madrasah, khususnya bagi generasi muda yang sedang tumbuh dalam era informasi yang serba cepat.
Komitmen itu dibuktikan dengan rencana menghadirkan buku GALATAMA secara langsung di lingkungan MAN 2 Kota Tidore Kepulauan. Sebanyak 40 eksemplar buku akan ditempatkan di perpustakaan madrasah agar dapat diakses dan dimanfaatkan oleh seluruh warga madrasah.
“Insyaallah Buku GALATAMA masuk di Perpustakaan MAN 2 Tidore Kepulauan sebanyak 40 eksemplar sebagai referensi guru maupun siswa,” ujar Dr. Lukman Tamhir.
Kehadiran buku tersebut diharapkan menjadi energi baru bagi penguatan budaya membaca dan menulis di lingkungan madrasah. Para guru dapat memanfaatkannya sebagai referensi dalam mengembangkan program literasi, sementara siswa memperoleh kesempatan untuk belajar dari pengalaman dan praktik baik yang telah diterapkan di berbagai madrasah di Maluku Utara.
Buku GALATAMA sendiri memuat berbagai gagasan, pengalaman lapangan, serta kajian mengenai pengembangan literasi madrasah yang berbasis kebijakan dan praktik empiris. Isinya menggambarkan bagaimana gerakan literasi dapat dibangun secara sistematis, melibatkan seluruh warga madrasah, dan menjadi bagian dari budaya belajar yang berkelanjutan.
Di tengah tantangan rendahnya minat baca dan derasnya arus informasi digital, kehadiran buku ini menjadi pengingat bahwa literasi tetap menjadi fondasi utama dalam membentuk generasi yang cerdas, kritis, dan berkarakter. Karena itu, karya yang lahir dari pemikiran para pendidik tidak boleh berhenti sebagai dokumen akademik, melainkan harus hadir dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat pendidikan.
Langkah yang dilakukan Dr. Lukman Tamhir menunjukkan bahwa seorang kepala madrasah tidak hanya berperan sebagai pengelola lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai penggerak perubahan melalui gagasan dan karya.
Dengan hadirnya 40 eksemplar GALATAMA di perpustakaan MAN 2 Kota Tidore Kepulauan, tidak hanya menambah koleksi buku, tetapi juga meneguhkan komitmennya untuk terus menanam, merawat, dan menumbuhkan budaya literasi sebagai jalan menuju kemajuan pendidikan.
Di tengah tantangan zaman yang terus berubah, Dr. Lukman Tamhir menunjukkan bahwa sebuah madrasah akan tumbuh besar bukan hanya karena gedung dan fasilitasnya, tetapi karena kekuatan ide, budaya membaca, dan semangat literasi yang terus hidup di dalamnya.(ft)*


