
Ternate, HumasMAN2Tikep (16/01/2026) — Sepekan penuh semangat, ketangguhan, dan pengabdian teruji di tengah cuaca ekstrem, Perkemahan Temu Bhakti Palang Merah Indonesia (PMI) II Provinsi Maluku Utara resmi ditutup.
Kegiatan yang dipusatkan di Benteng Oranje, Kota Ternate, ini diikuti oleh peserta tingkat SMP/MTs serta SMA/MA dari seluruh kabupaten dan kota se-Provinsi Maluku Utara.
Berbagai agenda edukatif dan kompetitif digelar dalam perkemahan tersebut diantaranya parade PMR Wira, malam pentas seni dan budaya, kegiatan jurnalistik, presentasi FORPIS (Forum Remaja Palang Merah Indonesia), serta stand pameran kewirausahaan. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk membentuk karakter relawan muda yang tangguh, kreatif, dan berjiwa sosial tinggi.
Dalam ajang tersebut, MAN 2 Kota Tidore Kepulauan kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan berhasil meraih Juara Terbaik I, mengungguli sejumlah sekolah.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri yang di umumkan langsung oleh Ketua Panitia Kegiatan Bapak Rusihan Ismail, SKM, M.MB, MAN 2 Kota Tidore Kepulauan berhasil meraih Juara Terbaik I, disusul MAN 1 Kota Ternate sebagai Juara II, dan SMA Negeri 4 Kota Ternate yang menempati Juara III.
Sementara itu, SMA Negeri 1 Kabupaten Halmahera Barat berada pada posisi Juara IV, diikuti SMA Negeri 5 Kota Tidore Kepulauan sebagai Juara V. Selanjutnya, SMA Negeri 1 Kota Ternate menempati Juara VI, SMA Negeri 10 Kota Ternate sebagai Juara VII, dan SMA Negeri 2 Kabupaten Halmahera Timur berada di posisi Juara VIII.
Penyerahan piala Juara Terbaik I dilakukan secara langsung oleh Ketua PMI Provinsi Maluku Utara, Prof. Husen Alting, pada acara penutupan perkemahan.
Kepala MAN 2 Kota Tidore Kepulauan, Ibu Nurlaila Usman, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas capaian tersebut.
“Prestasi ini merupakan hasil dari kerja keras, kedisiplinan, dan kekompakan para peserta PMR MAN 2 Tikep, serta dukungan penuh para pembina dan pendamping. Kami berharap prestasi ini menjadi motivasi untuk terus menanamkan nilai kemanusiaan, kepemimpinan, dan kepedulian sosial kepada peserta didik,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa keikutsertaan peserta didik dalam kegiatan Temu Bhakti PMI bukan semata-mata berorientasi pada capaian prestasi, tetapi lebih pada proses pembelajaran nilai-nilai kemanusiaan.
“Dari setiap cerita dan pengalaman yang terukir selama kegiatan ini, kami berharap lahir relawan-relawan muda yang memiliki jiwa sosial tinggi, berkarakter kuat, serta hati yang tulus dalam melayani sesama. Inilah nilai sejati yang ingin kami tanamkan kepada generasi madrasah,” tuturnya.
(ft)*

















