SEKILAS INFO
: - Minggu, 19-04-2026
  • 6 Bulan Yang Lalu / MAN 2 KOTA TIDORE KEPULAUAN MENGUCAPKAN SELAMAT MEMPERINGATI HARI SANTRI NASIONAL 22 OKTOBER 2025. “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia”
  • 7 Bulan Yang Lalu / MAN 2 KOTA TIDORE KEPULAUAN MENGUCAPKAN SELAMAT DAN SUKSESKAN OLIMPIADE MADRASAH INDONESIA (OMI) SAINS, TANGGAL 9 – 11 SEPTEMBER 2025
  • 8 Bulan Yang Lalu / MAN 2 KOTA TIDORE KEPULAUAN MENGUCAPKAN SELAMAT HARI ULANG TAHUN REPUBLIK INDONESIA KE 80 “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju” 17 AGUSTUS 2025
Tingkatkan Mutu Guru, 7 Guru MAN 2 Tikep Ikuti Pelatihan Calon Penulis 2025

Tidore –HumasMAN2Tikep (28/06/2025) Sebanyak tujuh guru dari MAN 2 Kota Tidore Kepulauan mengikuti pelatihan calon penulis tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara melalui Bidang Pendidikan Islam, bekerja sama dengan Agen Literasi Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung secara luring pada tanggal 24–30 Juni 2025 ini dilaksanakan di Aula MDC MTsN 1 Ternate, dan terbagi ke dalam tujuh angkatan pelatihan.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan mutu guru madrasah dalam proses pembelajaran melalui penguatan kompetensi literasi, khususnya dalam penulisan buku lintas genre.

MAN 2 Tikep mengutus tujuh guru terbaiknya, yaitu: Sarbanun Senuk, S.Pd, Fitriya Karim, S.Pd, Munsyiati U. Yasin, S.Pd, Majid Yasin, S.Pd, Jufri Ismail, M.Pd, Lu’luul F. Agus, S.Si, dan Fatma Taher, S.S.

Kegiatan pelatihan ini menjadi langkah awal menuju Penganugerahan Penulis Guru Indonesia 2025 yang akan digelar pada tanggal 4–7 September 2025 mendatang di Kota Ternate. Agenda ini tidak hanya menjadi ajang penghargaan bagi guru-guru penulis, tetapi juga bentuk nyata apresiasi terhadap semangat literasi para pendidik di wilayah Maluku Utara.

Kepala MAN 2 Kota Tidore Kepulauan, Ibu Nurlaila Usman, S.Pd, menyampaikan apresiasi dan harapan besar atas keterlibatan guru-guru dalam kegiatan ini.
“Kami sangat bangga karena guru-guru MAN 2 Tikep turut ambil bagian dalam pelatihan bergengsi ini. Semoga mereka tidak hanya menulis buku, tapi juga menulis sejarah baru bagi madrasah melalui literasi,” ungkapnya.

Dengan hadirnya guru-guru yang terlatih dalam literasi, diharapkan proses pembelajaran di madrasah akan semakin hidup dan kontekstual, serta menjadi wadah pengembangan potensi lokal yang berkelanjutan.(ft)*

TINGGALKAN KOMENTAR